Bertepan dengan penutupan Bulan K3 Nasional yang berlangsung setiap tanggal 12 Januari –12 Februari, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) resmi meluncurkan Panduan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) pada tanggal 12 Februari 2026. Acara pelucuran diadakan di Selasar KMTL DTSL FT UGM sebagai strategi dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan akademik sekaligus langkah nyata DTSL dalam menjunjung tinggi prinsip keselamatan kerja dan kepedulian lingkungan.
Acara dimulai pada pukul 11.00 WIB dengan pembukaan dan sambutan dari Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., IPU., ASEAN. Eng, yang menyampaikan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi teknik yang memiliki integritas kegiatan laboratorium , kerja lapangan, dan poyek kolaboratif yang tinggi, DTSL harus menjadi teladan dalam penerapan standar K3L yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Lebih lanjut lagi, sambutan berikutnya diberikan oleh Prof. Dr. Eng. Muhammad Zuhdy Irawan, S.T., M.T. yang menekankan pentingnya integrasi prinsip K3L ke dalam proses pembelajaran dan riset. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa DTSL tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kesadaran risiko, tanggung jawab profesional, serta kepedulian terhadap keberlanutan lingkungan.
Panduan K3L ini mengacu pada Sistem Manajemen K3L (SMK3L) dan berisikan Golden Rules–Fatality Prevention, mekanisme Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), sistem tanggap darurat melalui Emergency Response Plan (ERP) dan Emergency Response Team (ERT), serta target kinerja Zero Fatality dan Zero Lost Time Injury (LTI). Tak hanya itu, dalam panduan ini ditegaskan komitmen terhadap 100% kepatuhan penggunaan APD dan peraturan yang berlaku sebagai bagian dari budaya keselamatan kerja.
Tiba pada puncak acara dengan Penandatanganan Peresmian Buku Panduan K3L DTSL FT UGM oleh pimpinan departemen, simbolis penyerahan APD, serta penandatanganan komitmen bersama dalam implementasi K3L di Lingkungan DTSL FT UGM. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang sebagai ajang silaturahmi serta penguatan sinergi antarsivitas akademika. (Humas FT: Haniifah Multivana)