Yogyakarta, 15 Desember 2025 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menegaskan komitmennya terhadap akses pendidikan global dengan menerima perwakilan ISNAD Foundation, lembaga yang mendukung pelajar Palestina untuk melanjutkan studi di Indonesia. Pertemuan ini membahas peluang bagi calon mahasiswa Palestina untuk menempuh pendidikan di FT UGM, sekaligus membuka jalan dukungan konkret berupa skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) nol rupiah.
Dekan FT UGM, Prof. Selo, menyampaikan bahwa Fakultas Teknik memandang pendidikan sebagai ruang kemanusiaan dan solidaritas lintas bangsa. Ia menegaskan bahwa FT UGM berupaya memberikan kesempatan belajar yang adil bagi pelajar terdampak konflik melalui kebijakan akademik yang inklusif. Prof. Selo menilai bahwa kehadiran mahasiswa Palestina tidak hanya memberi manfaat bagi mereka secara personal, tetapi juga memperkaya lingkungan akademik FT UGM melalui perspektif global dan nilai kemanusiaan.
Perwakilan ISNAD Foundation, Dr. Abdallah Abuqasemiya, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan FT UGM dalam menerima inisiatif ini. Ia menekankan bahwa dukungan pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membangun masa depan generasi muda Palestina yang tangguh dan berdaya. Diskusi ini turut dihadiri oleh Prof. Ali Awaludin selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FT UGM, serta Prof. Ir. Yuny Erwanto dari Fakultas Peternakan UGM, yang memperkuat semangat kolaborasi lintas fakultas dalam mendukung misi kemanusiaan melalui pendidikan.
Melalui langkah ini, FT UGM menempatkan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun keadilan sosial dan masa depan berkelanjutan melalui pendidikan tinggi.