Semangat mengabdi hingga ke seluruh negeri masih terasa di hati dan pikiran seluruh peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 4. Tak terkecuali bagi salah satu Sobat Teknik bernama Adella Ryta dari Teknik Biomedis yang melaksanakan pengabdiannya di Pulau Karimun Jawa. Yuk, simak cerita Adel menghadapi lika-liku pengabdiannya!
Karimun Jawa merupakan tempat yang sudah tidak asing kita dengar karena keindahan pariwisatanya. Ekosistem yang masih terawat serta sumber daya yang kaya, membantu masyarakat di sana untuk merajut kehidupan mereka. Tanaman endemik yang menjadi ciri khas Pulau Karimun tentu tak luput dari perhatian. Adel membantu mengenalkan tanaman endemik kepada khalayak luas dengan membuat Tagging bernama Edu-Tree Scan yang berisi informasi mengenai jenis tanaman dan cerita dibaliknya. Tak hanya mengenalkan tanaman endemik di sana, Adel membantu masyarakat untuk dapat memajukan sektor perekonomian dengan digitalisasi UMKM. Adel menerima masukan dari warga untuk mengenalkan UMKM andalaman kepada setiap wisatawan yang berlibur di Karimun Jawa. Sehingga, dengan adanya peta persebaran UMKM, diharapkan mampu mengenalkan usaha masyarakat dan memiliki target pasar yang luas.
Setelah berhasil melakukan digitalisasi, Adel melaksanakan kegiatan sosial dengan melakukan sosialisasi dan demo pemanfaatan Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang disediakan oleh pemerintah. Masyarakat sangat terbuka dengan informasi ini karena merasa terbantu dengan metode-metode baru yang lebih mudah dan tidak memberatkan. Adel membantu pengecekan aktivasi BPJS Kesehatan, pembayaran dengan lebih praktis, dan mengajak warga untuk mengecek akun BPJS-nya secara berkala. Walaupun terdengar remeh, ternyata banyak keluarga yang terbantu dengan program kerja yang Adel berikan, sehingga langkah kecil yang kita berikan ternyata mampu membantu memudahkan orang lain.
Tak berhenti menyebarkan informasi, target Adel kemudian berpindah ke anak-anak yang mulai beranjak dewasa. Fase pendewasaan cepat atau lambat akan menghampiri setiap anak, sehingga Adel berinisasi untuk membantu mengenalkan dan mempersiapkan menstrulasi untuk siswi SD sejak dini. Adel memberikan menstrulasi kit yang membantu anak-anak menghadapi haid pertamanya. Adel berkolaborasi dengan teman-teman di prodi lain untuk mengajarkan kepada siswi untuk memantau periode haidnya. Pemantauan dapat dilakukan dengan cara yang konvensional seperti menghitung manual dengan menandai kalender dan dengan menggunakan cara yang lebih mudah melalui aplikasi digital. Diharapkan, siswi menjadi sadar mengenai kesehatan reproduksinya serta dapat berdiskusi secara nyaman dan aman.
Terakhir, Adel mengajak anak-anak di Pulau Karimun Jawa untuk melestarikan kebersihan alam dengan recycle sampah kaleng menjadi robot sederhana. Kegiatan ini membangkitkan rasa ingin tahu dan kreativitas anak disana. Tentu saja, hal ini dapat membangkitkan semangat mereka untuk dapat terus menutut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Menyadarkan mereka tentang dunia di luar pulau yang lebih luas dan termotivasi untuk terus bermimpi setinggi mungkin.
Adel berpesan kepada siapapun yang akan melaksanakan KKN untuk selalu bersungguh-sungguh dan jangan lupa bersosialisasi dengan masyarakat. Karena jika mengetahui kebutuhan masyarakat dan dapat membantu menyelesaikannya, hal sekecil apapun akan berarti untuk mereka. Inovasi yang kita bawa dapat dikembangkan di tempat kita KKN dan membantu mereka menyelesaikan permasalahannya sendiri.
“Jangan lupa bermasyarakat, dengan srawung kita bisa menyadari bahwa ide-ide yang kita bawa dari sini nggak akan terpakai disana. Kita bisa mengetahui apa yang benar-benar masyarakat butuhkan dan menjadikan itu sesuatu yang akan diingat masyarakat dan meninggalkan kesan baik selama KKN berlangsung,” ujarnya sebagai penutup. (Humas FT: Haniifah Multivana)