Yogyakarta, 13 November 2025 – Kegiatan Mentalitech 2025 ini digelar oleh Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa bersama Peer Counselor Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) di Selasar Gedung SGLC FT UGM sebagai bentuk dukungan dalam memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia dan bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya kesehatan mental serta memperkenalkan layanan Psikolog Fakultas Teknik yang masih belum banyak diketahui. Kegiatan ini menjadi upaya konkret FT UGM dalam mendorong kesejahteraan mahasiswa melalui penguatan literasi kesehatan mental dan perluasan akses layanan psikologi yang aman, inklusif, dan mudah dijangkau.
Perjalanan acara diawali dengan perilisan teaser di Instagram Fakultas Teknik sebagai bentuk pengenalan awal kepada mahasiswa. Antusiasme mulai terlihat sejak tahap publikasi, dan memuncak pada hari pelaksanaan ketika ratusan mahasiswa FT UGM hadir mengikuti kegiatan yang berlangsung sepanjang hari tersebut.

Pada acara puncak, panitia menyajikan rangkaian aktivitas interaktif seperti Activity Path, sesi circle sharing, serta berbagai kegiatan kreatif seperti pembuatan keychain, meronce, dan melukis. Aktivitas-aktivitas ini dirancang untuk menciptakan suasana nyaman dan mendukung, sehingga peserta dapat mengekspresikan diri sekaligus belajar mengenai kesehatan mental dengan pendekatan yang menyenangkan.
Ketua Pelaksana Mentalitech 2025, Azka Muhammad Ghaits, menyampaikan bahwa kegiatan ini disusun atas dasar kepedulian terhadap kesejahteraan mahasiswa. “Banyak mahasiswa yang belum benar-benar memahami pentingnya kesehatan mental dalam menunjang proses perkuliahan. Melalui Mentalitech, kami ingin memberikan ruang aman sekaligus memperkenalkan layanan psikolog FT UGM agar lebih mudah diakses,” ujarnya.
Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa tujuan kegiatan tercapai dengan baik. Peserta menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap informasi mengenai Psikologi FT UGM melalui booth edukasi dan interaksi langsung dengan tim Peer Counselor. Diskusi yang terjadi selama acara menggambarkan meningkatnya pemahaman mahasiswa mengenai peran dan fungsi konseling sebaya. “Saya jadi tahu bahwa layanan psikologi di FT itu ternyata lengkap dan mudah diakses. Peer Counselor-nya juga ramah dan sangat membantu,” ungkap salah satu peserta acara.
Aktivitas kreatif seperti membuat keychain, meronce, dan melukis terbukti menjadi daya tarik utama. Banyak peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias, menunjukkan bahwa pendekatan kreatif efektif dalam menciptakan suasana positif. Meskipun demikian, panitia mencatat adanya beberapa anggota yang kurang aktif dalam proses persiapan, sehingga beban kerja sempat tidak merata. Namun, hal tersebut tidak menghambat kelancaran kegiatan secara keseluruhan.
Antusiasme peserta terlihat sejak tahap publikasi melalui media sosial hingga hari pelaksanaan. Banyak mahasiswa memanfaatkan booth edukasi untuk berdiskusi langsung dengan Peer Counselor dan memperoleh informasi mengenai layanan psikologi fakultas. Interaksi tersebut menunjukkan meningkatnya pemahaman mahasiswa terhadap peran konseling sebaya sebagai bagian dari sistem pendukung kesejahteraan di lingkungan kampus. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa layanan psikologi FT UGM ternyata mudah diakses dan didukung oleh konselor yang terbuka serta empatik.
Mentalitech 2025 berhasil menciptakan pengalaman bermakna bagi mahasiswa FT UGM. Kegiatan ini tidak hanya memperluas pemahaman mengenai kesehatan mental, tetapi juga memperkuat peran Peer Counselor dalam mendampingi mahasiswa. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi program berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya demi mendukung kesejahteraan mahasiswa secara holistik. (Joan Novena Jasmine Hartono, editor: Tim Humas FT UGM)