Yogyakarta, 30 Juli 2025 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Budaya SHE dan Integritas di Lingkungan Fakultas Teknik: Kolaborasi Menuju Kampus Unggul dan Berkelanjutan.” Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis fakultas dalam membentuk budaya kerja yang profesional, tertib, dan berintegritas tinggi di kalangan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
FGD ini dilatarbelakangi oleh berbagai pelanggaran yang masih ditemukan dalam kehidupan kampus, seperti merokok di area terlarang, membuang sampah sembarangan, tidak menggunakan helm saat berkendara, serta pelanggaran etika kerja dan integritas administratif lainnya. Berbagai tindakan tersebut berpotensi mengganggu suasana kerja yang sehat, merusak fasilitas, dan menurunkan citra institusi.
Melalui kegiatan ini, FT UGM ingin menggali akar permasalahan serta merumuskan strategi yang lebih efektif dalam penegakan aturan dan pembentukan budaya disiplin. Tidak hanya menekankan pada aspek pengawasan, diskusi ini juga mengedepankan pendekatan partisipatif dengan mengajak para dosen dan tenaga kependidikan untuk terlibat secara aktif dalam merumuskan solusi bersama.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Selo, dan dilanjutkan dengan paparan dari Kepala Kantor Administrasi Akademik, Doni Agus Wijayanto, M.M., bersama tim Ambasador yang mempresentasikan kebijakan dan praktik penegakan SHE serta integritas di lingkungan fakultas. Selain itu, turut hadir sebagai narasumber eksternal AKBP Sarwendo, S.Pd., S.H., M.A., yang menyampaikan materi terkait teknik penyelidikan dan penyidikan dalam konteks pelanggaran disiplin di institusi pendidikan.
Peserta diskusi terdiri dari berbagai unsur pelaksana teknis di lingkungan FT UGM, antara lain petugas akademik, staf K5L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Lingkungan), penjaga gedung, petugas kelas, serta petugas parkir. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok diskusi untuk mengidentifikasi isu-isu yang relevan di bidang tugas masing-masing. Hasil diskusi kemudian dipaparkan dalam sesi pleno sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan ke depan.

FGD ini menjadi langkah strategis FT UGM dalam memperkuat budaya SHE dan integritas secara kolaboratif dan partisipatif. Melalui diskusi terbuka lintas peran ini, dosen dan tenaga kependidikan diharapkan tidak hanya memahami pentingnya aturan, tetapi juga terlibat aktif membangun lingkungan akademik yang aman, sehat, beretika, dan profesional. Komitmen bersama yang terbentuk dalam forum ini akan menjadi pondasi penting bagi pengembangan kebijakan dan program-program lanjutan yang relevan serta berkelanjutan, demi mewujudkan kampus teknik yang unggul dalam integritas dan mutu.
Hasil dari FGD ini akan didokumentasikan dan digunakan sebagai referensi untuk inisiatif-inisiatif mendatang, memastikan bahwa prinsip-prinsip SHE dan integritas tertanam dalam operasional sehari-hari fakultas. Dengan membangun budaya akuntabilitas dan tanggung jawab, FT UGM bertujuan untuk menjadi acuan bagi fakultas dan institusi lain di Indonesia.
Sebagai kesimpulan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada sedang mengambil langkah signifikan menuju penciptaan lingkungan pendidikan yang berkelanjutan. Upaya kolaboratif yang ditunjukkan dalam FGD ini menyoroti pentingnya tindakan kolektif dalam mengatasi tantangan dan mempromosikan budaya integritas dan keberlanjutan di pendidikan tinggi. (Humas FT)