Yogyakarta, November 2025 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menghadirkan kegiatan olahraga yoga rutin khusus bagi perempuan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jasmani dan keseimbangan mental bagi sivitas akademika. Kegiatan ini dilaksanakan selama 90-120 menit setiap Selasa pukul 16.15 dan Jumat pukul 07.30 di Gedung ERIC FT UGM, dan terbuka bagi seluruh tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa, serta anggota Dharma Wanita Persatuan FT UGM. Program Yoga ini menjadi salah satu langkah nyata fakultas dalam mendukung kesejahteraan pegawai dan pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja. Kegiatan ini tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana pemulihan kesehatan pascaaktivitas kerja yang padat. Aktivitas fisik ini merupakan salah satu aktivitas yang harus dilaksanakan setiap hari Jumat pagi, sesuai Edaran Dekan FT UGM nomor 752606/UN1/FTK/I/PK/2023 tentang Pelaksanaan Kegiatan Olahraga/Aktivitas Fisik/Sosial Setiap Hari Jumat Pukul 07.00-09.00 WIB Bagi Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa di Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Salah satu peserta, Andhes Puspitalina, tenaga kependidikan dari Departemen Teknik Mesin dan Industri, mengungkapkan bahwa yoga sangat dibutuhkan bagi karyawan yang banyak bekerja sambil duduk. “Biasanya kami sering merasa pegal di pinggang, leher, dan punggung. Dengan yoga, tubuh jadi lebih rileks, postur membaik, dan tidur lebih nyenyak. Ini benar-benar membantu sebagai pelemasan otot dan investasi kesehatan tulang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sri Wahyuningsih, anggota Dharma Wanita Persatuan FT UGM, menyampaikan bahwa yoga menjadi solusi pemulihan yang efektif untuk keluhan low back pain yang ia alami. “Dokter menyarankan saya olahraga renang dan yoga. Bersyukur kegiatan ini ada di Fakultas Teknik dan mudah diakses. Setelah rutin ikut, kondisi saya membaik tanpa perlu obat. Instruktur dan teman-temannya juga sangat suportif,” tuturnya.

Sementara itu, Eni Purwanti, tenaga kependidikan FT UGM, menyoroti keunikan yoga dibanding olahraga lain karena fokus pada keseimbangan napas. “Yoga itu melatih kelenturan dan ketenangan. Nafas diatur hanya lewat hidung, sehingga tubuh dan pikiran terasa lebih selaras dan rileks,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik UGM menunjukkan komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan perempuan. Yoga menjadi wujud nyata dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup pegawai, baik secara fisik maupun mental, sekaligus mendorong budaya hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan akademik.
Program ini sejalan dengan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan, kesejahteraan, dan kesetaraan menjadikan FT UGM sebagai contoh institusi yang peduli terhadap keseimbangan hidup dan pemberdayaan perempuan di tempat kerja. (Tim Humas FT UGM)