Yogyakarta, 3 November 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Teknik Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, untuk memperkuat tata kelola fakultas, sistem penjaminan mutu pendidikan, serta pengelolaan laboratorium teknik. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FT UGM ini menjadi forum pertukaran pengetahuan dan praktik pengelolaan pendidikan tinggi melalui diskusi kelembagaan serta peninjauan fasilitas pembelajaran dan laboratorium.
Rombongan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipimpin Dekan Fakultas Teknik, Dr. Hairur Rahman, M.Si., bersama Wakil Dekan, Dr. Tarranita Kusumadewi, M.T., terdiri atas 28 peserta dari unsur pimpinan fakultas, pengelola program studi, penjaminan mutu, laboratorium, dan tenaga kependidikan. Rombongan diterima Dekan FT UGM, Prof. Sarjiya, bersama Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Prof. Muslikhin Hidayat; Calon Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pembelajaran, dan Kemahasiswaan, Prof. Nur Aini Masruroh; Manajer Layanan Pendidikan dan Jaminan Mutu, Salahuddin, Ph.D.; serta Kepala Kantor Administrasi, Doni Agus Wijayanti, M.M. Pertemuan yang juga melibatkan para ketua tim kerja, perwakilan departemen, dan staf pendukung FT UGM tersebut difokuskan pada pertukaran pengalaman pengelolaan fakultas dan penguatan mutu layanan pendidikan teknik.
Penguatan tata kelola perguruan tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam menjawab tuntutan pendidikan teknik yang semakin kompleks, terutama terkait efektivitas layanan akademik, pengelolaan sumber daya, akuntabilitas kelembagaan, dan relevansi kompetensi lulusan. Melalui forum benchmarking ini, kedua institusi memiliki kesempatan untuk membahas pendekatan pengelolaan fakultas yang terintegrasi, mulai dari koordinasi organisasi, administrasi pendidikan, pengelolaan aset, hingga dukungan operasional bagi kegiatan tridarma perguruan tinggi. Pertukaran praktik pengelolaan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika.
Aspek penjaminan mutu menjadi perhatian penting dalam pertemuan tersebut, khususnya terkait penguatan sistem evaluasi, pemantauan proses pembelajaran, dan peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Pembahasan melibatkan unsur pengelola penjaminan mutu fakultas dan program studi untuk memperluas pemahaman mengenai koordinasi kelembagaan, pengendalian standar pendidikan, serta penerapan siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan (PPEPP). Pendekatan tersebut relevan untuk mendorong terciptanya budaya mutu yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi dan akreditasi, tetapi juga pada peningkatan kualitas pembelajaran, layanan pendidikan, dan kompetensi lulusan.
Selain tata kelola dan penjaminan mutu, pengelolaan laboratorium menjadi fokus benchmarking yang mencakup bidang Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Lingkungan. Setelah sesi diskusi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi fasilitas Smart and Green Learning Center (SGLC), laboratorium Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI), serta Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL). Kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal fasilitas pendukung pendidikan teknik sekaligus memperoleh perspektif mengenai pentingnya integrasi laboratorium dalam pembelajaran berbasis praktik, penelitian, pengembangan teknologi, dan peningkatan kompetensi mahasiswa.
Keberadaan fasilitas pembelajaran modern dan laboratorium yang dikelola secara efektif memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan teknik yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Dalam konteks tersebut, FT UGM menjadi ruang pembelajaran antarinstitusi melalui pertukaran pengalaman pengelolaan fasilitas akademik, dukungan teknologi pembelajaran, serta pemanfaatan sarana laboratorium bagi kegiatan pendidikan dan penelitian. Benchmarking ini juga membuka peluang pengembangan praktik pengelolaan yang lebih efisien, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan, termasuk dalam pemanfaatan sumber daya serta penguatan kualitas infrastruktur pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, FT UGM dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat memperluas jejaring kelembagaan serta mengembangkan peluang kerja sama dalam peningkatan mutu pendidikan teknik, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengelolaan fasilitas akademik. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman tersebut merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan infrastruktur inovasi, penguatan kelembagaan, serta kemitraan untuk pembangunan. (Tim Humas FT UGM)
