Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menerima rombongan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang pada 27 November 2025 di Meeting Room 2 Gedung SGLC Lantai 2 untuk mendiskusikan penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang mendorong tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kualitas pelayanan publik.

Dalam diskusi pokok, Dr. Dwi Wulandari, S.E., M.M., CFP., Wakil Dekan II FEB UM, menyampaikan kebutuhan fakultasnya untuk terus belajar mengenai manajemen perubahan dan penguatan integritas. Ia menekankan pentingnya budaya kerja yang bersih, sistem pengaduan yang jelas, dan praktik anti-gratifikasi sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan akademik yang aman dan setara bagi seluruh mahasiswa dan dosen. Ia juga menyampaikan bahwa UM menjalankan banyak program terkait reformasi pelayanan, namun tetap membutuhkan perspektif baru agar transformasi dapat berjalan lebih efektif.
Dari pihak FT UGM, Prof. Faridah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas di FT UGM sejauh ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pimpinan dan tenaga kependidikan yang menjadi motor perubahan. Ia menjelaskan bahwa perjalanan FT UGM dari WBK menuju WBBM merupakan komitmen untuk menghadirkan layanan yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat kampus. Penguatan sistem yang berkeadilan, peningkatan kapasitas SDM, dan penggunaan teknologi layanan menjadi bagian dari strategi transformasi tersebut.
Pertukaran pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan teknis, tetapi juga memperkuat jejaring antarperguruan tinggi dalam upaya membangun lingkungan akademik yang mendukung pemerintahan bersih, peningkatan kualitas layanan, dan optimalisasi peran SDM. Nilai-nilai seperti transparansi, keadilan sosial, kualitas layanan, dan kolaborasi lintas institusi menjadi sorotan penting dalam diskusi—sebuah pendekatan yang mencerminkan perhatian pada pembangunan yang berkelanjutan di bidang tata kelola kampus.
FT UGM berharap interaksi ini memperluas ruang kolaborasi, memperkuat sistem anti-korupsi kampus, serta mendorong hadirnya lingkungan belajar dan bekerja yang aman, sehat, dan berdaya saing. Pertemuan ini menjadi cerminan komitmen bersama untuk menghadirkan institusi pendidikan yang semakin kokoh, responsif, dan dipercaya publik. (Tim Humas FT UGM)