Periode April 2020, Fakultas Teknik (FT) UGM melepas 120 wisudawan pasca sarjana. Jumlah ini terdiri dari Program Magister (S2) sebanyak 111 peserta, dan Program Doktor (S3) sebanyak 9 peserta. Karena kondisi yang tidak memungkinkan, maka acara pelepasan oleh fakultas dilaksanakan 21 April 2020 secara daring, serta kegiatan penyerahan ijazah, transkrip, dan souvenir dilaksanakan pada 22 April 2020.
Info Teknik
Berikut ini adalah jadwal pengambilan bantuan logistik Fakultas Teknik Tahap 2 Gelombang 1. Mohon pengambilan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, dan memperhatikan prosedur physical distancing.
Pendaftaran bantuan sampai Jumat, 24-4-2020 jam 13.00 WIB melalui ugm.id/TeknikVsCorona
Melalui dana program Pengabdian Kepada Masyarakat Pemandatan Tanggap Darurat Bencana COVID-19 Tahun 2020, Fakultas Teknik UGM berusaha membantu berbagai pihak.
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM memproduksi dan menyalurkan handsanitizer dan disinfektan untuk mendukung pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Handanitizer dan disinfektan yang dibuat berbasis etanol dan hidrogen peroksida, dan kedua produk tersebut disalurkan secara gratis ke rumah sakit, puskemas, klinik, sekolah, rumah ibadah dan komunitas.
Keberadaan masker semakin langka di tengah wabah Covid-19. Untuk membantu memenuhi kebutuhan masker yang kian meningkat, alumnus dan dosen UGM membuat masker yang bisa dicuci dan dipakai berulangkali.
Bersama ini kami sampaikan informasi penerimaan Proposal Program Bantuan Pengelolaan Jurnal Fakultas Teknik UGM Tahun 2020.
Tim CulturIS-3D, berhasil meraih juara 1 pada kompetisi internasional International Invention and Innovation Competition (InIIC) di Malaysia. Tim ini beranggotakan 5 mahasiswa Teknik Geodesi FT UGM, yaitu: Akram Sripandam P. (Founder), Yofita Indah Saputri (Ketua tim delegasi kompetisi), Vincent Tandy, Agan Aul Rizki, Salsabila Ramadhani Prasetya, di bawah bimbingan Dany puguh laksono, S.T., M.Eng.
Saat pandemi seperti ini adalah saat untuk saling berbagi, saling bergotong royong, saling membantu.
Berangkat dari pengamatannya menyaksikan berbagai pusat perbelanjaan dan pasar tradisional yang masih ramai dikunjungi banyak orang sehingga berisiko terjadinya penularan Covid-19, dosen Fakultas Teknik UGM, Dr. Jayan Sentanuhady, mendapat ide untuk membuat tempat cuci tangan atau wastafel portabel. Tidak berbeda dengan tempat cuci tangan yang kita kenal, wastafel potabel ini dilengkapi dengan keran air mengalir dan sabun cair. “Saya kepikiran orang di pasar sih awalnya. Tidak mungkin pasar ditutup, masih banyak orang datang. Bagi saya orang teknik, mikirnya sederhana, mencegah lebih baik dan biayanya lebih murah,” kata Jayan, Selasa (14/4).